Kelas Bahasa Jerman
Tiba-tiba sakit itu terasa lagi . Dan lagi, ketika kubaca mentionmu di notificationku . Meskipun singkat dan kau membalas tweetitu untuk semua teman, yang pada saat itu namaku tertaut didalamnya. Antara rindu yang semerbak dan kecewa yang kutahan lama. Antara sayang yang tulus dan benci yang mulai kurasa. Antara cinta yang hingga kini tak beralasan , dan benci pula yang kini mendekapku tanpa alasan.
Tapi memang beginilah keadaannya, rindu itu tidak kenal waktu,tak kenal ruang. Benar-benar mendadak dan menyeruakkan lembaran lalu. Memory lalu. bagaimana 24bulan itu kita lalui bersama :" bagaimana kita sama-sama berjuang dan akhirnya sama-sama mengakhiri.
Sudah 10 bulan.Sudah 10 bulan kita tidak jalan beriringan, 10bulan pandangan kita tidak tertuju satu sama lain.10 bulan kepalan kita tidak bersatu . 10 bulan sentuhan tangan lembutmu tak kurasakan menghapus setiap rintik air mata,tak kurasakan belaian manjakan rambutku. 10 bulan tak lagi ada punggung kecilmu yang terasa sangat luas ketika kubutuhkan untuk luapkan tangisku, punggug kecil yang selalu memapahku ketika kemenangan rindu mengalahkan egoku. Tapi entah mengapa bayangan kamu masih sangat jelas. Benak ini seperti membuat pikiran bahwa kita hanya berbataskan ruang.
Masihkan sayang ini dipertahankan ketika kamu sedang berbahagia dengan yang lain, sayang ? Jika kamu terlalu bodoh untuk meninggalkan 'kita' , bukankah aku harus lebih pintar utnuk melupakanmu ? Sadarkan aku bahwa aku hanya memuja masa lalu, sadarkan aku, bahwasannya aku hanya merindukan 'kita' . Tidak lebih. Mengapa tak lebih ? karena jika kumengingatmu, salit yang kurasa benci .

Tidak ada komentar:
Posting Komentar