recommended :")
-
Untuk kau yang hangat hatinya, yang manis budinya . Masihkah kau merasakan cinta padanya ? Pada ia yang menemanimu selama beberapa tahun keb...
-
hujan itu seperti terjangan air yang menyembuhkan, setidaknya untuk sementara. mungkin dengan hujan itu, dapat menutupi tetesan air mata yan...
-
#np : Sadis by Afgan Tersentak dan tersadarkan , ketika bulir itu bersikukuh ingin keluar. Pedihmu seperti merasuk ke san...
-
hanya cewe biasa. yup, cuma cewe biasa, kadang kita kesel, knp nggak punya kelebihan dibanding yang lain walaupun udah berusaha . tapi segi...
-
Entah ini cinta atau sayang, yang jelas kamu selalu ada dibenakku. Memikirkan kamu membuatku merinding, debar jantung terasa lebih cepat , d...
-
Kelas Bahasa Jerman Tiba-tiba sakit itu tera sa lagi . Dan lagi, ketika kubaca mention mu di notification ku . Meskipun singk...
-
tak perlu cantik untuk mendapatkan kebahagiaan tak perlu kaya untuk mendapatkan kebahagiaan tak perlu berwajah putih dan cantik untuk ...
-
sudah aku jalani 18 tahun aku jalani kebahagiaan, entah lewat tangisan yang mengharu biru atau kesedihan yang tergores lewat rindu. 18 tahun...
-
Dilapangan ini, rasanya riuh renyah tawa kita masih nyaring terasa. Sudah berapa lama kita menjalani hubungan tanpa status ini ? kian hari r...
Senin, 08 Juli 2013
Regardless :')
#np : Sadis by Afgan
Tersentak dan tersadarkan , ketika bulir itu bersikukuh ingin keluar. Pedihmu seperti merasuk ke sanubari . Layaknya jelmaan dirimu yang merasuk kedalam dada, pedihmu , pedihnya kurasa jelas . Amat jelas.
Hal bodoh macam apa yang bisa memisahkan kalian wahai sepasang cinta yang manis? terdiam, termenung, dan lumpuh seperti disambar petir disiang hari, kepedihan kalian kurasakan jelas. Mahluk macam apa aku yang ingin memasuki lingkaran itu ? Meskipun telah berakhir, namun tidak demikian dengan perasaan kalian kan ? Seperti serpihan kaca yang ingin kembali bersatu :''
Lalu...hey ! siapa aku ? adalah seseorang yang terbuai oleh halusinasi buatan. terlalu menganggap serius apapun yang kau lontarkan, yang kau perbuat. Yang tersenyum manis ketika pandangan hangatmu terjebak dalam pandanganku. Yang berusaha mengerti duniamu meski belum tentu kau melakukan hal serupa.Yang menunggu cemas kabarmu ketika tidak ada satu pesan singkatpun yang kau kirimkan, Yang malu-malu merapal doa ketika rindu mulai datang kala malam tiba. Dan yang menikmati semua tingkahmu yang kadang menjelma menjadi kekasih, kaka, dan teman dalam waktu bersamaan .
Salahkah jika angan ini terus menjadi ? bersamamu kini menjadi cambuk luar biasa ketika terlintas pikiran bahwa apakah dengan bersamamu kini hatimu kumiliki juga ? siapakah yang akan kau pilih ketika ia datang kembali ? cukup layakkah aku bagimu ?
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar